Waktu Bermain Anak dengan Teman Sebayanya Hilang akibat Pandemi
Akan tetapi dengan adanya dengan munculnya virus Covid-19 yang menjadi pandemik hingga sekarang, membuat pemerintah mau tidak mau membuat kebijakan belajar dirumah secara daring. Hal ini secara langsung membuat anak tidak dapat bertemu dengan teman sebayanya di sekolah. Padahal pada usia anak sekolah dasar sangatlah penting untuk anak bersosialisasi dan bermain. Hal ini sangatlah merugikan anak-anak karena mereka tidak mengeluarkan potensi yang dimiliki mereka dengan maksimal.

Sejak pandemi terjadi begitu banyak artikel dan blog yang membicarakan
pengaruh negatif dari pembelajaran dari rumah yang membuat anak-anak sulit
mengerti pembelajaran. Menurut saya tidak hanya sisi akedemik si anak tetapi pandemik
juga membuat anak tidak dapat bermain dengan teman-teman sebayanya. Walaupun
hal ini terlihaat remeh, sebenarnya berdampak sangat besar bagi anak.
Bermain merupakan suatu aktivitas yang menyenangkan bagi semua orang. Banyak
ahli yang sependapat bahwa bermain merupakan aktivitas yang disenangi oleh
manusia dan berpengaruh terhadap kehidupan. Bermain akan memuaskan tuntutan
kebutuhan perkembangan motorik, kognitif / kreativitas, bahasa, sosial, nilai-nilai,
emosi, dan sikap hidup (Moeslichatoen, 1999:32). Aktivitas bermain dapat
memberi pengaruh yang bersifat relatif permanen, dengan bermain anak akan
berpengaruh terhadap peningkatan kualitas fisik, psikis, dan sosial anak.
Bermain juga dapat mengembangkan moral anak yang mencakup pikiran,
perasaan, dan perilaku menuruti aturan dan kebiasaan mengenai hal yang harus
dilakukan ketika bermain dengan teman sebanyanya. Pada anak sekolah daras masih
cukup sulit mengajak mereka mengenai moralitas, sehingga dibutuhkan cara lain
untuk mengajarkan moral pada anak ketika mereka bermain. Saat bermain anak diberikan aturan bermain dan cara bermainyang
harus ditaati pemua anak yang bermain. Dengan ini peran bermain dalam
mengembangkan moral dapat terlihat dan tidak sulit memberikan pengetahuan akan
moral.
Dengan keadaan sekarang anak sangat sulit bertemu seccara tatap muka
dengan temannya. Padahal dengan bermain anak dapat mengelola pikirannya,
melatih motori, kreatifitas, moral, dan emosi anak tersebut. Melalui kegiatan bermain,
anak dapat mengembangkan minat dan sikapnya terhadap orang lain. Dari sisi
sosial emosional, kegiatan bermain dalam melatih anak dalam memahami perasaan
teman lainnya. Konflik dalam interaksi keduanya akan membantu anak dalam
memahami bahwa orang selain dirinya yaitu temannya memiliki cara pandang yang
berbeda dari dirinya.
Komentar
Posting Komentar